Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa dalam Reuni Akbar FIB UNS 2026
Di tengah derasnya arus perubahan zaman, budaya selalu menemukan jalannya untuk tetap hidup dengan diceritakan kembali, dipentaskan, dan dirawat oleh generasi yang peduli.
Semangat inilah yang melatarbelakangi penyelenggaraan Gelar Budaya dan Reuni Akbar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang dahulu dikenal sebagai Fakultas Sastra (FS) dan Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR).
Mengusung tema “Merajut Pelangi Budaya Nusantara,” kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen para alumni, tetapi juga ruang perjumpaan gagasan, warisan budaya, serta kolaborasi lintas generasi yang menyatukan akademisi, seniman, dan pemerhati kebudayaan.
Menurut rencana dibuka dengan Orasi Kebudayaan oleh Prof. (Hon). Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Kehadiran tokoh nasional tersebut diharapkan memberikan perspektif kebudayaan yang lebih luas sekaligus menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dan alumni dalam menjaga keberlanjutan budaya Indonesia di tengah dinamika global.
Ruang Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS nantinya menjelma menjadi panggung besar kebudayaan Nusantara. Berbagai pameran akan menghadirkan kekayaan tradisi sekaligus pengetahuan yang berkembang dalam perjalanan sejarah bangsa.
Salah satu yang menarik adalah pameran keris dari Museum Keris Nusantara, yang menampilkan koleksi keris sarat makna filosofis. Para ahli keris juga akan hadir untuk berbagi pengetahuan mengenai seni perkerisan serta membuka ruang konsultasi mengenai weton dalam tradisi Jawa, sebuah praktik budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.
Selain itu, Arsip Nasional Republik Indonesia akan menghadirkan pameran arsip bersejarah yang jarang sekali ditampilkan di lingkungan perguruan tinggi. Melalui pameran ini, pengunjung dapat melihat secara langsung dokumen-dokumen penting yang merekam perjalanan sejarah bangsa.
Dari ranah seni pertunjukan, publik akan disuguhi inovasi budaya melalui Wayang Beber Tani, sebuah pengembangan dari tradisi Wayang Beber yang telah dikenal sejak tahun 1692 atau 1614 Saka, sebagaimana tercatat dalam manuskrip klasik. Cerita yang dahulu tertulis dalam gulungan kisah “Gawe Srabi Jinamah Wong” kini dihidupkan kembali dalam bentuk pertunjukan yang merefleksikan kondisi sosial masyarakat masa kini. Kolaborasi para seniman pelestari Wayang Beber menjadikan pertunjukan ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga refleksi sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Nuansa kehalusan budaya Jawa juga akan hadir melalui tari klasik dari Pura Mangkunegaran, yang dikenal dengan gerakan lemah gemulai, sakral, serta sarat nilai filosofis. Tarian yang selama ini dijaga dalam lingkungan keraton tersebut akan menjadi salah satu persembahan istimewa dalam gelar budaya ini.
Keindahan sastra Jawa pun turut meramaikan suasana melalui pembacaan geguritan oleh Dr. Ucik Fuadhiyah, alumni Program Doktor Kajian Budaya, yang menghadirkan harmoni antara kata, rasa, dan nilai-nilai tradisi.
Tidak hanya seni pertunjukan, kegiatan ini juga menghadirkan Pameran Bahasa dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bekerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah. Pameran ini menampilkan berbagai program pengembangan bahasa sekaligus upaya menjaga keberadaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa persatuan.
Kandar menegaskan, Reuni Akbar Alumni FIB UNS dirancang sebagai ruang strategis untuk mempererat hubungan antaralumni sekaligus memperkuat sinergi dengan fakultas dan universitas. Ia juga menilai kegiatan ini penting untuk memperluas jaringan profesional alumni, khususnya di bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
“Dalam era globalisasi informasi yang massif saat ini telah mengubah paradigma bahwa dunia kerja telah berkembang sangat pesat, lulusan universitas tidak hanya menggantungkan pada pegawai pemerintah dan pegawai Perusahaan. Ada keterbatasan pada tempat-temlat kerja tersebut. Mereka sudah harus kreatif dan berinovasi mandiri membuka lapangan kerja sendiri,” ujar Kandar dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/3/2026).
Dia berharap para alumni Sastra Inggris, Sastra Indonesia, Sastra Arab, Sastra Daerah, Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Program Studi Ilmu Sejarah, serta alumni Program Magister Linguistik dan Kajian Budaya dan Doktoral Linguistik dan Kajian Budaya, untuk hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari kebersamaan keluarga besar Fakultas Ilmu Budaya UNS Solo. Kehadiran dan kontribusi para alumni adalah napas yang menghidupkan suksesnya acara ini, sekaligus menjadi pengingat bahwa perjalanan yang pernah ditempuh bersama di FIB UNS tidak pernah berakhir.
Sekecil apa pun donasi yang dberikan sesungguhnya bukanlah soal angka. Lebih dari itu, ia adalah simbol bahwa akar kebersamaan tetap satu serta bukti bahwa jarak dan waktu tidak pernah mampu memutuskan ikatan di antara alumni FIB UNS. Melalui dukungan yang diberikan, tidak hanya membantu menyukseskan sebuah acara, tetapi juga merawat rasa memiliki dan kebanggaan yang telah tumbuh sejak masa-masa kita belajar dan berkarya di kampus tercinta.
"Karena itu, kami berharap solidaritasalumni benar-benar nyata untuk membuktikan kebanggaan menjadi bagian dari keluarga besar FIB UNS tetap menyala dan terus hidup dalam langkah kita masing-masing," ujar Kandar.
Acara ini akan diselenggarakan pada Kamis, 26 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Auditorium UNS, G.P.H. Haryo Mataram. Sebagai bentuk dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan ini, kontribusi alumni dapat diberikan mulai dari Rp100.000.